Sampah Antariksa Terpaksa Dibuang ke Orbit
CAPE CANAVERAL, SENIN - Apa jadinya kalau stasiun antariksa kelebihan barang-barang tak penting? Sampah antariksa itu biasanya dibawa kembali ke Bumi menggunakan pesawat ulang alik gara tak mengotori orbit. Tapi, kadangkala para astronot yang tinggal di sana terpaksa harus membuang sebagian ke ruang angkasa.
Itulah yang dilakukan dua awak stasiun antariksa internasional (ISS), Senin (23/7). Astronot AS Clayton Andersen dan kosmonot Russia Fyodor Yurchikhin keluar dari ruangan stasiun (spacewalk) dan melepaskan sebuah tangki amonia sebesar lemari es seberat 700 kilogram yang sudah tidak dibutuhkan.
Keduanya juga melapaskan peralatan-peralatan tua dari badan ISS yang sudah tidak digunakan. Misalnya, dudukan kamera seberat 100 kilogram dan sebuah mekanik untuk menempelkan peralatan ke badan ISS.
Tangki amonia dibawa ke ISS sejak 2001 sebagai pendingin cadangan untuk peralatan-peralatan di sana jika sewaktu-waktu terjadi kebocoran yang cukup besar. Namun, cadangan amonia ini tidak pernah digunakan sampai batas pemakaian tangkinya habis.
Pada kondisi normal, pembuangan smapah ke ruang angkasa dari ISS tidak akan dilakukan. Namun, kali ini mereka terpaksa harus melakukannya karena sampah tersebut harus segera dibuang agar tempatnya dapat dipakai untuk peralatan-peralatan lain selama pembangunan ISS dilanjutkan hingga tahun 2010. Selain itu, NASA tidak menyiapkan sama sekali misi membawa sampah yang besar itu karena jadwal yang padat untuk menyelesaikan pembangunan ISS sebelum seluruh wahana ulang alik habis umur pakainya.
Sampah-sampah tersebut dilepaskan ke arah yang berlawanan dengan gerak ISS agar tidak terjadi tabrakan. Petugas di pusat pengendali misi di Houston memperkirakan sampah yang dilepaskan mengorbit Bumi antara 10 hingga 11 bulan sebelum memasuki atmosfer dan terbakar. Sisa sampah yang terbakar diprediksi hanya menyiskan gumpalan logam yang kecil yang tidak berbahaya dan jatuh ke laut.
Sementara Andersen dan Yurchkhin bertugas di luar, awak lainnya Oleg Kotov tetap di dalam ISS untuk memantau proses spacewalking. Saat ini ISS hanya dihuni 3 awak, namun saat selesai dibangun pada 2010 akan dihuni 6 orang. Saat ini di ISS baru terdapat laboratorium milik AS dan Russia, modul laboratorium Eropa dan Jepang sedang disiapkan untuk diluncurkan.
Sumber: kompas.com
| |
|